Selasa, 07 Oktober 2014

PETA KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES

Langsung saja nih, saya mau share peta Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Soalnya saya cari d google tidak ada, semoga bisa membantu buat teman-teman yang butuh peta ini.


Senin, 30 Desember 2013

Sosiologi & Antropologi Unnes 2009

Senin, 26 Desember 2011

Penyimpangan Sosial (Perilaku Menyimpang)

Standar Kompetensi : Menerapkan Nilai dan Norma Dalam Proses Pengembangan Kepribadian

Kompetensi Dasar    : Mendeskripsikan terjadinya perilakumenyimpang dan sikap-sikap anti sosial

PENYIMPANGAN SOSIAL

Picture


1. PENGERTIAN
Penyimpangan sosial adalah tindakana seseorang yang tidak sesuai dengan nila dan norma sosial. Contoh : pembunuhan, perampokan dsb.

2. BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN
Ada 2 bentuk penyimpangan sosial, yaitu :
a. Penyimpangan primer adalah penyimpangan dimana pelaku masih bisa diterima lagi oleh masyarakat. Penyimpangan ini bersifat termporer. Contoh : melanggar rambu-rambu lalu lintas.
b. Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan dimana pelaku sulit diterima masyarakat. Penyimpangan ini yang pada umumnya sering disebut penyimpangan sosial dalam masyarakat. Contoh : Pembunuhan, pencurian dsb.

3. SIFAT-SIFAT PENYIMPANGAN SOSIAL
Ada 2 sifat penyimpangan sosial,yakni :
a. Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang mengarah ke nilai yang lebih baik. Contoh : Emansipasi wanita
b. Penyimpangan negative adalah penyimpangan yang mengarah ke nilai yang lebih buruk. Contoh : pembunuhan, pencurian dsb.

4. PENYIMPANGAN DI LIHAT DARI PENYEBABNY
a. Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna, ada 2 pengertian adalah :
(1)   Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna adalah penyimpangan dimana terjadi ketidak sepadanan pesan-pesan yang disampaikan agen-agen sosialisasi dalam masyarakat. Contoh : merokok di sekolah tidak diperbolehkan, akan tetapi dalam kelompok bermain orang yang tidak merokok di jauhi teman-teman.
(2)   Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna adalah penyimpangan akibat meniru perilaku yang salah dari teladan dari pimpinan yang salah. Contoh : korupsi atasan yang ditiru bawahannya.

b. Penyimpangan akibat subbudaya menyimpang, ada 2 pengertian adalah :
(1)  Penyimpangan akibat subbudaya menyimpang adalah apabila terdapat perbedaan pandangan masa lalu dengan masa sekarang. Misal : Zaman dahulu korupsi adalah tindakan yang tercela tetapi masa sekarang dianggap hal yang wajar.
(2)  Penyimpangan akibat sub budaya yang menyimpang adalah apabila seseorang belajar pada kelompok yang menyimpang. Contoh : Ali masuk ke Gank Motor, kawasan kumuh dan kawasan prostitusi.

5. MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL
Ada 4 macam penyimpangan sosial adalah :
a. Kejahatan atau kriminalitas
adalah tindakan manusia yang tidak sesuai dengan aturan hokum.
Ada 5 jenis kejahatan, yakni :
(1) Crime without victim atau kejahatan tanpa korban adalah kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
(2) Kejahatan Terorganisir (organized crime) adalah pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hokum. Misal : komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacur.
(3) Kejahatan Kerah Putih (White collar crime) adalah kejahatan yang mengacu pada kejahatan  orang-orang terpandang atau berstatus tinggi. Misal : Korupsi, Kolusi.
(4) Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crime) adalah kejahatan di lakukan orang-orang golongan rendah. Misal : Mencuri jemuran, sandal di masjid dsb.
(5) Penyimpangan Korporat adalah jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misal : Perusahaan membuang limbah beracun.
b. Penyimpangan Seksual
adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Misal : Lesbian, Perzinahan, homoseksual dsb.
c. Konsumsi berlebihan
adalah penggunaan barang yang melebihi aturan yang semestinya. Misal : Narkoba dan alkoholisme.
d. Penyimpangan gaya hidup
adalah penyimpangan disebabkan oleh gaya hidup yang lain dari biasanya. Contoh : Eksentrik/Aneh (misal : lelaki beranting, cewek berambut pendek) dan arogansi/sombong (misal : sombong dengan kekayaan, kepandaian dsb.)

Aturan Sosial Sebagai Pengendalian Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Standar Kompetensi: Menerapkan Nilai dan Norma Dalam Proses Pengembangan Kepribadian
Kompetensi Dasar : Menerapkan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat 

JENIS LEMBAGA PEGENDALIAN MASYARAKAT.
  • Gosip
Gosip merupakan berita yang menyebar belum tentu atau tanpa berlandaskan kenyataan atau fakta.pada umumnya gossip muncul bila pernyataan secara terbuka tidak mungkin dilontarkan.gosip dapat berfungsi sebagai pengendalian sosial apabila ada budaya malu. Orang malu apabila menjadi sasaran gosip, maka ia berusaha berbuat baik dan sewajarnya.
  • Teguran
Teguran adalah peringatan yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak yang lain. Teguran bertujuan untuk menyadarkan pihak yang melakukan prilaku yang menyimpang. Teguran dapat dilakukan oleh seorang kepada orang lain, seorang kepada kelompok lain, satu kelompok pada seseorang atau dari kelompok kepada kelompok yang lain. Teguran dapat dilakukan secara lisan dan tertulis.
  • Hukuman (sanksi)
Hukum dan sanksi adalah prilaku tertentu yang sifatnya menegakkan atau menimbulkan penderitaan yang diberikan kepada pihak prilaku-prilaku menyimpang. Pemberian hukuman biasanya dilakukan oleh pihak yang berwenang. Hukum mempunyai dua fungsi yaitu:
Menyadarkan pelaku prilaku menyimpang sehingga tidak melakukan prilaku menyimpang lagi.
Memberikan contoh kepada pihak yang tidak melakukan prilaku menyimpang, bahwa bila mereka melakukan  perilaku menyimpang akan mendapatkan hukuman
  • Pendidikan
Pendidikan merupakan lembaga pengendalian sosial yang berperan sebagai tempat seseorang menjadi tahu, memahami, mengakui, dan bersedia berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat .pendidikan dapat berlangsung dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu mensinergikan antara pendidikan yang terjadi di dalam keluarga, sekolah dengan masyarakat.
  • Agama
Agama adalah suatu system terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang beriman dalam suatu komunitas moral. Agama mengajarkan apa yang baik dan apa yang harus dilakukan umatnya.

MANFAAT LEMBAGA PENGENDALIAN MASYARAKAT.
  1. Membantu seseorang agar tidak melanggar norma sosial.
  2. Memberikan efek jera kepada pelaku pelanggar norma sosial.
  3. Mengubah orang yang berkepribadian buruk ke orang yang kepribadian baik.
  4. Menyadarkan pelaku prilaku menyimpang sehingga tidak melakukan prilaku menyimpang lagi.
  5. Memberikan contoh kepada pihak yang tidak melakukan prilaku menyimpang, bahwa bila mereka melakukan  perilaku menyimpang akan mendapatkan hukuman

PERAN GURU DALAM MENERAPKAN TATA TERTIB SEKOLAH.
Peran guru dalam menerapkan tata tertib sekolah sangatlah banyak, salah satunya yaitu sebagai motivator, dikatakan sebagai motivator karena guru sering memberikan nasihat-nasihat kepada siswa-siswanya agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar tata tertib sekolah.selain itu guru juga berfungsi sebagai pembimbing dan pengawas dalam menerapakan tata tertib yang ada di sekolah. Di katakan sebagai pengawas karna guru memberikan efek rasa takut bagi siswa agar tidak melanggar tata tertib sekolah karna guru memiliki wewenang untuk memberikan hukuman kepada siswa yang melakukan pelanggaran.

SOLUSI YANG TEPAT DALAM PENERAPAN ATURAN SOSIAL.
Solusi yang tepat dalam penerapan aturan sosial adalah kesaran diri sendiri, kerana walaupun seseorang telah mengetahui aturan aturan sosial yang berlaku tetapi dia belum sadar akan dampak-dampak negatif jika melanggrar aturan-aturan tersebut, maka pasti orang tersebut akan melakukan pelanggaran juga. Maka Solusi yang tepat dalam penerapan aturan sosial meberikan nasihat-nasihat yang dapat membantu seseorang untuk menyadari perbuatannya.

PERAN ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.
Aturan sosial sangat berperan dalam kehidupan bermasyarakat karena tanpa adanya aturan sosial kehidupan masyarakat akan terbengkalai dan timbul banyak kejahatan di mana-mana. Tetapi jika kelompok masyarakat menerapkan aturan-aturan di lingkungannya dapat meminimalisir tingkat kejahatan.

Kesimpulan.
  • Berdasarkan analisa diatas kami memetik 3 kesimpulan yakni :
  • Penerapan aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah segala sesuatu yang mengatur masyarakat untuk melakukan perbuatan baik dan menghindari perbuatan yang tidak baik(buruk).
  • Guru sering memberikan nasihat-nasihat kepada siswa-siswanya agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar tata tertib sekolah.
  • Solusi yang tepat dalam penerapan aturan sosial meberikan nasihat-nasihat yang dapat membantu seseorang untuk menyadari perbuatannya
Saran
  • Saran-saran kami kepada teman-teman yakni :
  • Sebaiknya teman teman harus lebih memperhatikan nasihat nasihat yang diberikan guru maupun orang tua.
  • Sadar akan dampak-dampak negatif jika melakukan pelanggaran.
  • Menasehati atau menegur teman yang melakukan pelanggaran.

Sosialisasi Sebagai Proses Pembentuk Kepribadian

Standar Kompetensi        : Menerapkan Nilai dan Norma Dalam Proses Pengembangan Kepribadian
Kompetensi Dasar          : Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan  kepribadian


1. Pengertian Sosialisas
Sosialisasi adalah konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif. Sosialisasi merupakan proses yang terus terjadi salama hidup kita.
Ketika bayi dilahirkan, dia tidak tahu apa-apa tentang diri dan lingkungannya. Walau begitu, bayi tersebut memiliki petensi untuk mempelajari diri dan lingkungannya. Apa dan bagaimana dia belajar, banyak sekali dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana dia dilahirkan. Kita bisa berbahasa Indonesia karena lingkungan kita berbahasa Indonesia; kita makan menggunakan sendok dan garpu, juga karena lingkungan kita melakukan hal yang sama.

2. Agen sosialisasi ada empat yaitu keluarga, teman bermain, lingkungan sekolah, dan media massa.
  • Keluarga merupakan lingkungan utama yang dikenal oleh anak. Agen sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi orang tua, saudara kandung, bahkan untuk lingkungan besar termasuk kakek, nenek, paman, bibi dan sebagainya. 
  • Teman bermain Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. Misalnya; tetangganya atau teman sekolahnya, berarti anak menemukan agen sosialisasi yang lain. Pada lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru, dia melakukan interaksi sosial sederajat, anak memasuki game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat.
  • Lingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai mempelajari hal-hal baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga maupun kelompok bermain. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari, pada saat anak tidak tergantung pada orang tua lagi. Di lingkungan sekolah, seseorang belajar bahasa (mendengarkan berbicara, membaca dan menulis), belajar matematika, ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. Di lingkungan sekolah, para siswa belajar kemandirian, prestasi, umum dan khusus.
  • Media masa, baik media cetak (surat kabar, majalah) maupun elektronik (radio, televisi, film, internet) merupakan bentuk komunikasi yang dikatagorikan sebagai agen sosialisasi. Pesan-pesan yang disampaikan baik melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, film dan internet akan mempengaruhi perilaku seseorang. Misalnya, anak mengikuti gaya mode dan penampilan para artis.

3. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi
a. Tujuan sosialisasi
Tujuan sosialiasi yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing. Melalui sosialisasi, seseorang dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan, mengenal dirinya dan mengembangkan segenap potensinya untuk menjadi anggota masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan sebagai pedoman dalam kehidupannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah:

  • Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang individu bertempat tinggal, misalnya mengenal anggota keluarga (ayah, ibu dan saudara-saudaranya).
  • Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat. Misalnya mengenal teman bermain, mengenal tetangga.
  • Untuk mengenal lingkungan alam sekitar. Misalnya mengenal kedudukan tempat tinggalnya di antara masyarakat dan mengenal lingkungan tempat bekerja.
  • Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat. Misalnya, mengenal adat istiadat, mengetahui peraturan-peraturan yang berlaku dan sanksi-sanksi yang diterapkan.
  • Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.

b. Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut:

  1. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya, hal ini dapat dan seorang mengenal keluarga, saudara, tetangga.
  2. Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat.
  3. Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Keberhasilan proses sosialisasi oleh beberapa faktor baik yang berasal dari diri individu, wawasan biologis, potensi dirinya dan faktor yang berasal dari luar dirinya.
a. Faktor dari dalam
Faktor yang berasal dan dalam individu seseorang meliputi:
1. Bilogis yang meliputi bentuk tubuh, golongan darah, wajah alat indera.
2. Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ).
3. Tingkat emotional atau Emotional Question (EQ) dan
4. Potensi, bakat, serta keterampilan.

b. Faktor dari luar
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi yang berasal dari luar yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan bermain/pergaulan, lingkungan pendidikan, dan lingkungan pekerjaan.


5.Pembentukan Kepribadian
a. Faktor-faktor pembentukan kepribadian Istilah “Kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang memiliki identitas khusus sebagai individu. Ciri khas tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah:
1. Faktor keturunan
2. Faktor lingkungan alam
3. Lingkup budaya
4. Situasi

b. Unsur-unsur pembentukan kepribadian
  • Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar, dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya. Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain, persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep maupun fantasi.
  • Perasaan Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia, karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Adapun dorongan naluri antara lain, dorongan untuk memperatahankan hidup, dorongan seks, dorongan untuk berbakti, rasa, simpati, cemburu, dorongan akan kehendak bentuk, warna dan gerak.
c. Tipologi kepribadian
Tipologi kepribadian seseorang menjadi enam tipologi dan masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. Keenam tipologi yang dimaksud adalah:
  1. Realistis Tipe realistis yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut kererampilan, kekuatan dan koordinasi.
  2. Investigatif Seseorang yang memiliki tipe investigatif menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran, pengorganisasian dan pemahaman.
  3. Sosial Tipe sosial yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain.
  4. Konversional Tipe konversional yaitu tipe yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan jelas.
  5. Enterfising Tipologi ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain.
  6. Artistik Seseorang dalam tipologi ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua, eksperesif, kreatif. Karakternya imajinatif, tidak teratur, idealis, emosional, tidak praktis. Kedudukannya: tukang cat, pemusik, penulis.

 


·         

SK dan KD mata pelajaran Sosiologi kelas X semester II

Nama Sekolah           : SMA Negeri . . . . . .
Mata Pelajaran          : Sosiologi
Kelas                        : X
Semester                  : II

Standar Kompetensi :  Menerapkan Nilai dan Norma Dalam
Proses Pengembangan Kepribadian

Kompetensi Dasar    : 1. Mendeskripsikan nilai dan norma yang
  berlaku dalam masyaraka
   2. Menjelaskan sosialisasi sebagai 
       proses dalam pembentukan 
       kepribadian.
   3. Mendeskripsikan terjadinya perilaku
  menyimpang dan sikap-sikap anti 
  sosial
   4. Menerapkan aturan - aturan sosial
  dalam kehidupan masyarakat

Silahkan teman-teman untuk lebih lengkapnya bisa download SILABUS kelas X smester 1 dan 2 klik disini

Warna Background

Pilih Warna Kesukaan Sobat

Read more: Cara Mengganti Background Blog http://ojelhtc.blogspot.com/2011/12/cara-mengganti-background-blog.html#ixzz1hZhkaFGh Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Saeful Disqus

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution